Magrib


Dikala senja mulai merikuk
Kaki sedang mulai melangkah
Langkah dengan penuh harap
Berharap akan ridhonya dikala suara azan bergema
Hembusan angin menerpa jiwa
Tak disangka rumah-Nya telah didepan mata
Kubasuh wajah dengan cairan surga
Kupakai selimut pembungkus jiwa
Hati dan cinta hanya untuk-Nya
Terbenam aku dilautan ridho-Nya
Gerakan demi gerakan terlakukan dengan sekhusuknya
Detak jam menjadi saksi bisu keiklasan sang hamba
Hamba yang mencari ridho-Nya
Hamba yang mencari perlidungan-Nya
Hamba yang penuh dosa yang meminta belas kasih-Nya.

No comments:

Post a Comment