Bertanya Atau Mati



Indonesia dengan wilayah yang sangat luas memiliki budaya dan kebiasaan yang sangatlah beragam. Dari kebiasaan yang hanya dilakukan individu maupun kebiasaan yang dilakukan kelompok. Kebiasaan di Indonesia mencakup berbagai hal dan dapat mempengaruhi generasi-generasi berikutnya. Contoh kebiasaan makan pagi, kebiasaan ini dinilai kebiasaan yang menguntungkan manusia dari segi kesehatan. Dan kebiasaan ini secara tidak disadari mengajarkan generasi berikutnya untuk melakukan kebiasaan tersebut, jika orang tua selalu makan pagi, maka anaknya juga ikut makan pagi. Sehingga anak akan memiliki kebiasaan makan pagi.

Kebiasaan lain adalah kebiasaan bertanya. Namun, kebiasaan ini memiliki nasib yang berbeda dengan kebiasaan makan pagi, yaitu kurang diminati. Banyak masarakat Indonesia yang malu dan malas bertanya memilih untuk diam atau menurut tanpa alasan yang jelas. Contoh: ketika hari Raya Idhul Fitri, sudah menjadi kebiasaan di Keluarga kami untuk memanggang ayam, Saat sedang memanggang ibu saya memakai tungku  kecil, padahal kami memiliki tungku besar. Ketika saya bertanya “Bu kenapa tidak pakai tungku yang besar?” ibu saya menjawab “Tidak tau, tapi Dari dulu nenekmu sudah pakai tunggku kecil,” aneh? Kemudian saya Tanya nenek dan nenek saya menjawab “Dulu tidak ada tungku besar makanya pakai tungku kecil,”
Saya juga punya pengalaman lain: Ketika Ingin mengikuti Tes ujian masuk Universitas di Malang, saya dari Lamongan mengendarai Motor dengan ayah saya. Melewati Kabupaten Mojokerto, karena baru pertama kali, Ayah saya hanya mengandalkan palang jalan. Ketika sampai di perempatan yang tidak memiliki palang petunjuk jalan, ayah saya binggung jalan mana yang mau diambil. Kemudian saya menganjurkan untuk bertanya pedagang asongan di pinggir jalan. Tapi ayah saya menolak “Takok nok tengah dalan ngisin-ngisini ae,” begitu ucap ayah saya yang artinya “Bertanya di tengah jalan bikin malu saja,”. Akhirnya motor kami berbelok ke kiri dan sampai di Kabupaten Jombang. Kemudian kami banting stir dan kembali ke tempat tadi. Untuk bertanya jalan mana yang harus diambil. Karena malu bertanya kami jadi rugi waktu, energy dan uang (bahan bakar).
                Dari pengalaman saya kebiasaan bertanya ketika benar-benar tidak tahu itu penting, tanpa bertanya orang tidak akan berpikir dan berada pada jalan kekeliruan tanpa tahu kebenaran, selain itu dengan bertanya pengetahuan akan semakin bertambah.
Bank Negara Indonesia atau yang sering kita sebut (BNI) adalah bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah RI, yaitu pada tahun 1946. BNI juga merupakan bank BUMN pertama di Indonesia yang go public pada tahun 1996. BNI menyediakan layanan perbankan bagi segmen pasar korporasi, komersial dan consumer. Di tengah Kesulitan para nasabah untuk bertanya tentang informasi Bank yang mereka percaya. Pada akhir tahun 2015 BNI membuat program baru yaitu #AskBNI dan mengajak para nasabah untuk tidak malu bertanya. Dengan mengunakan social media yaitu twitter. Hanya dengan sekali twit dengan mencantumkan #Hashtag, Maka BNI akan menjawab.
 Contoh kecil ketika nasabah ingin tahu tentang informasi produk dan layanan BNI (@bni46) via Twitter, maka nasabah hanya perlu men-twitt dengan format #AskBNI (spasi) #Keyword yang diinginkan, seperti #AskBNI #Taplus. Dan jika nasaba ingin bertanya tentang promo yang ada maka nasabah juga hanya perlu bertanya pada BNI dengan menggunakan Hastag dengan format #Promo (spasi) #Keyword, contoh #Promo #Travel. Begitu banyak kemudahan yang ditawarkan oleh BNI yang membuat para nasabah tidak mengalami kesulitan jika ingin bertanya.
 Selain memudahkan nasabah Program ini dapat memberikan stimulus untuk tidak malu bertanya. Menjadikan Masyarakat Indonesia sadar bahwa bertanya itu mudah, sehingga dapat menumbukan kebiasaan bertanya.

2 comments: