“Awal
baru, hidup baru,” selogan yang selalu aku dengar. Mungkin selogan itu sudah
aku jadikan motivasi untuk hidupku yang penuh masalah. Terkadang aku sangat
membenci selogan itu karena seperti menghilangkan masa laluku. Atau lebih
tepatnya menguburnya. Masa lalu memang masa lalu tapi bukannya kita bisa hidup
sekarang akibat masa lalu? Tak semuanya yang kita ingikan terlaksana di masa
lalu, pahit memang memiliki kejadian itu.
Terasa
cepat memang untuk hidupku. Tanpa aku sadari aku sudah lulus SMP entah kenapa
hidup terasa cepat. Mungkin benar kata ibuku “Hidup di sunia hanya sementara,”
tapi jika hanya sementara kenapa kita harus mencari harta yang berlimpah? Kalau
hanya untuk ditinggalkan? Aneh, mungkin.
Seperti
sekolah-sekolah pada umumnya yang melakukan seleksi penerimaan siswa baru,
sepertinya sekolah ini juga mengadakannya. SMA Katulistiwa, akrab di sebut
dengan SMA KATU mungkin namanya yang sedikit berbeda dari SMA lain yang
mencamtumkan nama lembaga nya. SMA KATU adalah Sma swasta biasa namun sekolah
ini cukup terkenal di daerah ku. Banyak siswanya yang mendapat prestasi di
bidang akademik maupun non akademik.
Yang
membuatku ingin mendaftarkan diri disana bukan karena prestasi yang pernah
diraih sekolah itu. Namun, aku tertarik karena jaraknya yang hanya satu
kilometer dari rumahku. Selain itu sekolah yang bagus tidak harus di pandang
dari seberapa banyak siswanya mendapat prestasi. Namun seberapa banyak siswanya
dapat menjadi manusia yang berguna untuk negeri, karena hidup tidak berhenti
hanya sampai SMA saja namun sampai mati.
Tiga
hari lagi ujian masuk sekolah akan dilaksanakan, kebanyakan siswa akan terus
belajar demi mendapat nilai sempurna demi menempatkan ia dalam zona aman dan
memasuki kelas favorit. Namun, aku tidak seperti mereka, hidupku santai. Aku
tak harus memaksakan kemampuan otakku untuk menyerap semua prediksi soal unjian
yang keluar. Yang terpenting aku sudah
berusaha semampuku, jika tidak lulus setidaknya mengurangi jatah gagalku.

No comments:
Post a Comment