Jomblo
itulah pangilan untukku, serasa muak aku dipangil dengan sebutan itu oleh
Teman-temanku, menurutku jomblo adalah kutukan.
Jujur ingin rasanya aku menyudahi status ini,
Berpacaran dengan Gadis-gadis sebayaku, persetan
dengan kata-kata Guru Agamaku kata larangan untuk pacaran. Jujur hati ini
terasa sakit ketika Nama yang dibuatkan Orang tuaku tak dihargai malah diganti
dengan kata-kata jomblo.
***
Pagi itu Matahari seakan takut
menampakkan wujudnya dan memilih bersembunyi dibalik sekerumpulan awan.
Aku berangkat kesekolah melewati jalanan yang
terjal, jalanan yang dulunya terlapisi aspal tapi kini hancur karena dimakan
waktu, ya itulah aktivitas keseharianku berangkat Sekolah, mengikuti KBM di
Sekolah, pulang Sekolah tidur, Dan hanya itu terus aktifitas keseharianku, tapi
hari ini seperti ada yang aneh dalam hidupku. iya, ada dia, ada Siswi baru
dikelasku namanya Ayu, wow! dia tampak
cantik, rambut panjang, mata sipit, kulit putih, tubuh langsing, suara yang
lembut, pokoknya Dia sempurna bagiku dan sepertinya aku mulai jatuh cinta pada
pandangan pertama kepadanya.
Kadang-kadang Ayu terlihat sedih di Kelas
kalau lagi sendirian, hal ini membuat hatiku meresa terketuk untuk menjadi
seorang Pahlawan yang selalu siap menemani Ayu di Kelas ini, Aku selalu mencuri
parhatiannya dan hasilnya juga memuaskan aku menjadi teman dekatnya.
Seiring berjalannya waktu aku mulai
mengetahui tanda-tanda bahwa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan.
Jujur rasa ini tak bisa aku pendam
lagi. Dan dalam waktu dekat ini aku akan mengungkapkan perasaanku kepadanya.
Siang itu aku pergi kerumah temanku
untuk bertanya bagaimana menyatakan cinta kepada seorang wanita. Ketika aku di
Rumah temanku aku merasakan sesuatu yang jangal
terhadapnya.
"Kenapa kamu tampak murung?"
tanyaku, memukul pundak Temanku pelan,
“Hatiku hancur karena Wanita,” ucap Temanku
“Kenapa? Apa yang terjadi?”
“Jujur, pacaran merusakku, kamu
beruntung belum pernah merasakan masa pacaran, aku iri kepadamu, sekarang aku
menyesal pacaran membuatku malas belajar hingga membuatku tidak naik kelas
bukan hanya itu saja pacaran hanya mengumbar nafsu, menyakiti hatiku, dan
menghabiskan uangku.” Ucap temanku meneteskan air mata.
***
Setelah mendengar kata itu, Aku sadar
bahwa jomblo itu bukanlah kutukan tapi
jomblo adalah pilihan dan anugrah, dan untuk Ayu, suatu saat aku akan
melamarmu akan ku buat kamu menjadi Ibu dari Anak-anakku suatu saat nanti. Dan
sekarang aku akan hidup menjomblo sampai halal.

bagus kak ;-)
ReplyDelete