“Ayo Rel!” ucap
Ann sambil mengandeng pundak ku.
Farel nama pemberian ayah padaku,
tidak ada special dengan nama
tersebut, ataupun artian dan doa khusus dalam nama itu, yang pasti akrab dipanggil
Rel. Berbeda dengan aku yang memiliki kakak perempuan, Aandiya Anak perempuan
yang akrab di panggil Aan adalah anak tunggal, meski begitu dia anak yang ceria
dan suka bercanda hanya saja terkadang dia tidak bisa baca situasi. Bukan hal
aneh saat pelajaran sekolah berlangsung dia nyeletuk
dan berkata-kata meleset dari topik dan tidak jarang guru marah kepadanya.
Meski sudah lima tahun bersamanya,
aku masih tidak paham dengan jalan pikirannya.
“Woy,
Rel tau gak kenapa di sawah itu dipasang orang-orang sawah?”
“Kan
kamu sudah tau, kata Pak Syukur kemarin di kelas buat ngusir burung,”
“Salah!”
“Lah
trus?”
“Buat
kampanye partai, hahahaha,” ucap Ann tertawa puas



