Namaku
Joko waluyo. Aku sekolah di Sma Negri 1 Sukodadi Aku juga sudah 2 tahun belajar
dan menginap di pondok pesantren Aswaja di daerah lamongan, meski begitu
sebenarnya Aku tingal di desa kecil tepatnya Desa sumberjo Kec pucuk, Kab
lamongan, Hari ini hari sabtu tanggal 21
desember 2 hari lagi adalah hari ulang tahun ke 40 untuk Ibuku, meski diusia Ibuku
yang kini 39 tahun Aku belum pernah merayakan ulang tahunnya mungkin karena
aktivitas belajarku yang padat sehingga membuatku tidak ada waktu untuk
merayakan ulang tahun Ibuku, sore itu sepulang dari sekolah Aku menyempatkan
mampir ke Mal
untuk mencari kado yang layak untuk Ibuku, 1 jam Aku berkeliling
di Mal Aku Masih bingung untuk memberi
kado yang cocok untuk Ibuku, 30 menit kemudian akhirnya Aku melihat baju yang
indah yang cocok untuk Ibuku "Mas berapa harga baju ini?" tanyaku, "Kalau
yang ini Rp 50000" jawab penjual baju, "Ok Mas ini uangnya" Aku
pun memberi uang Rp 50000, "Terima kasih dek, kalau boleh tahu bajunya
untuk siapa" tanya penjual baju, "Untuk kado ulang tahun Ibu saya Mas,
Mas kalau boleh saya tanya letak penjual Bungkus kado itu dimana iya karena dari
tadi saya tidak melihat sama sekali?" sahutku, “Dilantai 3 dek” kata
penjual baju, “Terima kasih Mas” jawabku Aku pun pergi ke lantai 3 untuk mencari Bungkus kado
untuk Ibuku "Hemmm, Ibu paling suka warna biru" pikirku
Aku
pun membeli Bungkus kado warna biru setelah membeli Bungkus kado Aku bergegas
pulang Aku juga tidak lupa mampir di
warung sate pinggir jalan untuk membeli oleh-oleh kepada Ibuku, setelah Aku
membelikan oleh-oleh untuk Ibuku Aku segera menuju rumahku rasanya kangen Aku
sama rumahku dan keluargaku karena jarang Aku pulang ke rumah biasanya Aku
selalu di asrama putra.
Tiba
didepan rumah, Aku langsung membuka pintu "Asalamualaikum",
"Wa'alaikum
salam" Ibuku menjawab salamku, "Ibu sudah makan apa belum?, Aku bawa
makanan Bu" ucapku, "Kamu kog pulang nak Bukannya liburannya Masih
jauh?" tanya Ibuku dengan wajah kaget, "Hehehe, Aku ijin pulang Bu"
jawabku, "Kenapa kog ijin pulang?" tanya Ibuku lagi, "Ahh Ibu, Aku
bosen di pondok terus, tidak apa-apa kan sekali-kali ijin pulang hehehe, Ibu
sudah makan belum?" ucapku, "Belum nak soalnya belum matang
nasinya" jawab Ibuku, "Pas Bu Aku juga beli sate tadi, bapak kemana Bu?
kakak juga kemana?" tanyaku, "Bapak kerja di luar kota untuk 2
minggu, kakakmu tidur dikamar" jawab Ibuku, "Iya uda kalau begitu Ibu
makan dulu Aku mau kekamar" Aku pun segera pergi kekamar untuk tidur.
Malam
itu Aku terbangun dari tidur Aku melihat
jam sudah menunjukan pukul 23:30, “Waduh Aku belum mempersiapkan kado untuk Ibuku”
ucapku dengan nada lirih, Aku pun membungkus kadoku dengan kertas kado kemudian
menuliskan sebuah surat diatas kertas putih yang ber isi:
Untuk
ibuku tercinta
Ibu,
ini pertama kalinya aku merayakan ulang tahunmu, meski telah 16 tahun aku
menjadi anakmu. Ibu, betapa durhakanya aku ketika dirimu telah memberikan aku
banyak kasih sayang namun aku hanya mampu mengungkapkan kasih sayang ku ini
pada sebuah kado, kado yang mungkin tak berharga dimatamu Ibu,
Ibu,
17 tahun yang lalu ketika aku sebagai parasit di dalam tubuhmu engkau tidak
pernah marah, tidak pernah mengeluh, 9 bulan kemudian engkau mengelurakan aku
dari rahim mu dengan mempertarukan nyawamu, kenapa engkau rela mempertarukan
nyawamu demi aku, kenapa? Bukannya nyawamu lebih berharga dari manusia yang
hina seperti aku. Ibu ketika hujan engkau rela kehujanan disawah, sebagai buruh
tani demi menyekolahkanku demi melihatku bahagia kelak,
Ibu,
aku masih ingat ketika engkau bangun di tengah malam hari ketika aku dengan tak
tahu dirinya meminta mu untuk membuatkan aku sebuah mie instan, ibu kenapa kau
rela bangun untuk membuatkan aku mie instan? Ibu, aku masih ingat tubuhku panas
semalaman dan engkau terus berada di sampingku untuk menjagaku, memegang
dahiku, membolak-balikan tanganmu yang suci itu, menyediakan kain dingin untuk
mengompresku, bahkan engkau rela tidak
tidur demi kesembuanku, ibu kenapa kau rela melakukan hal seperti itu? dibalik
fisikmu yang kecil engkau bisa melakukan sesuatu yang besar, bagiku engkau
seorang malaikat!
Aku masih ingat betapa besarnya pengorbananmu
untukku bu. Tapi bu, maafkan aku karena aku sudah banyak melakukan hal yang
membuatmu meneteskan airmata mu. Pernah aku meninggalkanmu bu yang sedang repot
mengurus adik, aku pergi dengan teman-temanku untuk bersenang-senang. Aku juga
pernah mengatakan masakanmu tidak enak
bu, padahal engkau membuat itu dengan pengorbanan yang teramat besar. Bu
maafkan aku karena aku pernah mengatakan
dirimu bagaikan alarm sholat. Bu, aku sering menolak permintaanmu untuk
membelikanmu sesuatu, dan kaupun menangis saat itu. Bu, maafkan aku bu. maafkan
anakmu yang tak tahu diri ini.
Bu,
kini aku telah remaja, usiaku kini telah mencapai 16 tahun. Bu, maafkan aku karena
mungkin aku belum bisa membuat engkau bahagia. Bu disurat kecil ini aku akan
menyisipkan doa kecil untukmu bu, semoga engkau sehat selalu bu, semoga engkau
di beri umur panjang bu, semoga engkau selalu diberi rizki yang barokah bu.
tetaplah tersenyum bu, tetaplah bahagia, jagan pernah menangis lagi bu, maafkan
aku bu Aku kini bukan aku yang bisa setiap hari bertemu denganmu bu, bukan aku
yang setiap hari mengepel rumah, bukan aku yang setiap hari menyuci piring
bu. Maafkan aku bu karena aku kini telah
berubah, dunia-duniaku kini disibukkan dengan aktifitas-aktifitas belajar yang
membuat waktuku semakin sedikit untukmu bu. Ingin aku keluar dari aktifitas
belajar ini untuk bisa bertemu denganmu dengan lebih sering, tapi ku tak bisa,
ku tak bisa meninggalkan ini semua. Ibu, aku percaya dengan aktifitas ini aku
bisa merubah bangsa yang kucintai ini dan aku juga percaya dengan aktifitas ini
aku akan dapat membahagiakan mu bu nanti, entah kapan.
Ibu,
maafkan aku karena aku menjauh darimu saat ini. Bu, maafkan aku maafkan anakmu
ini karena hanya mampu memberikan kado ini saja. Terimalah kado dariku ini bu
semoga engkau suka,
Dari
anakmu

No comments:
Post a Comment