Kejutan Kecil untuk Ibu #2










Tampa Aku sadari Aku meneteskan airmata ketika Aku menulis surat itu, Kemudian surat itu Aku letakkan di atas kadoku, Aku melihat jam sudah menyatakan pukul 3:30 aku segera mandi dan menunggu azan subuh berkumandang, sekitar jam 4:00 akhirnya azan subuh berkumandang aku segera mengambil peci dan surbanku untuk pergi sholat berjamaah di masjid aku juga tidak lupa membangunkan orang seisi rumah untuk sholat di masjid, setelah selesai
sholat dimasjid Aku segera menelfon pemilik toko kue untuk memesan kue ulang tahun untuk ibuku
“Assalamualaikum”,
 “Waalaikum salam” jawab pemilik toko di telfon,
“Pak saya pesan kue ulang tahun, untuk ibu saya” ucapku di telfon,
“Umur ibu mas berapa?” tanya penjual kue di telfon, 
 “40 tahun pak, tolong nanti malam pukul 10 di antar kerumah saya pak” ucapku di telfon, 
“Alamatnya mas” tanya penjual kue di telfon,
“Desa sumberjo Kec pucuk, Kab lamongan, Rt:14, Rw:04, rumah saya depan masjid” jawabku di telfon, 
“Terimah kasih mas nanti kami antar” ucap penjual kue di telfon.
Kemudian aku dan kakak ku menyunsun rencana surprise untuk ibuku
Jam sudah menunjukan pukul 21:00 malam, ibu pun sudah tertidur lelap aku dan kakakku mempersiapkan berbagai hal untuk membuat pesta sederhana ini indah, kami menghiasi ruang tamu dengan balon, kertas ulang tahun, dan lain-lain. Pukul 22:00 akhirnya kue untuk ibuku datang segera aku meletakan kue itu dimeja, akhirnya pukul 00:20 telah tiba saatnya surprise akan dilakukan kakakku mematikan lampu dan aku mengetuk pintu ibuku untuk membangunkannya, ibuku terbangun dan menyalakan senter kemudian ibu datang keruang tamu untuk mengambil lilin, ketika ibu keruang tamu aku menyalakan lilin diatas kue ibu, seketika itu ibuku kaget, aku dan kakakku menyanyikan lagu ulang tahun untuknya, ibuku menangis  ketika meniup lilin diatas kue, aku segera memberi kado yang sudah aku siapkan untuk ibuku. “Ini apa isinya nak?” tanya ibuku, “Itu kado dariku bu, semoga ibu suka” jawabku, “Ini surat apa?, boleh ibu baca?” tanya ibuku lagi, “Iya bu, tapi maaf  hanya itu yang mampu aku berikan kepada ibu” jawabku, ketika ibuku membaca suratku ibu kembali meneteskan air mata, setelah selesai membaca suratku ibuku langsung memelukku dan kakakku, kami larut dalam suasana, aku dan kakakku juga ikut menangis.

No comments:

Post a Comment