Tampa
Aku sadari Aku meneteskan airmata ketika Aku menulis surat itu, Kemudian surat
itu Aku letakkan di atas kadoku, Aku melihat jam sudah menyatakan pukul 3:30
aku segera mandi dan menunggu azan subuh berkumandang, sekitar jam 4:00
akhirnya azan subuh berkumandang aku segera mengambil peci dan surbanku untuk
pergi sholat berjamaah di masjid aku juga tidak lupa membangunkan orang seisi
rumah untuk sholat di masjid, setelah selesai
sholat dimasjid Aku segera
menelfon pemilik toko kue untuk memesan kue ulang tahun untuk ibuku
“Assalamualaikum”,
“Waalaikum salam” jawab pemilik toko di telfon,
“Pak saya
pesan kue ulang tahun, untuk ibu saya” ucapku di telfon,
“Umur ibu mas berapa?”
tanya penjual kue di telfon,
“40 tahun
pak, tolong nanti malam pukul 10 di antar kerumah saya pak” ucapku di telfon,
“Alamatnya mas” tanya penjual kue di telfon,
“Desa sumberjo Kec pucuk, Kab lamongan,
Rt:14, Rw:04, rumah saya depan masjid” jawabku di telfon,
“Terimah kasih mas
nanti kami antar” ucap penjual kue di telfon.
Kemudian
aku dan kakak ku menyunsun rencana surprise
untuk ibuku
Jam sudah menunjukan pukul 21:00 malam, ibu pun
sudah tertidur lelap aku dan kakakku mempersiapkan berbagai hal untuk membuat
pesta sederhana ini indah, kami menghiasi ruang tamu dengan balon, kertas ulang
tahun, dan lain-lain. Pukul 22:00 akhirnya kue untuk ibuku datang segera aku
meletakan kue itu dimeja, akhirnya pukul 00:20 telah tiba saatnya surprise akan dilakukan kakakku
mematikan lampu dan aku mengetuk pintu ibuku untuk membangunkannya, ibuku
terbangun dan menyalakan senter kemudian ibu datang keruang tamu untuk
mengambil lilin, ketika ibu keruang tamu aku menyalakan lilin diatas kue ibu,
seketika itu ibuku kaget, aku dan kakakku menyanyikan lagu ulang tahun untuknya,
ibuku menangis ketika meniup lilin
diatas kue, aku segera memberi kado yang sudah aku siapkan untuk ibuku. “Ini
apa isinya nak?” tanya ibuku, “Itu kado dariku bu, semoga ibu suka” jawabku, “Ini
surat apa?, boleh ibu baca?” tanya ibuku lagi, “Iya bu, tapi maaf hanya itu yang mampu aku berikan kepada ibu”
jawabku, ketika ibuku membaca suratku ibu kembali meneteskan air mata, setelah
selesai membaca suratku ibuku langsung memelukku dan kakakku, kami larut dalam
suasana, aku dan kakakku juga ikut menangis.
No comments:
Post a Comment