Cinta tak mengenal jarak

Hari ini hari paling buruk di dalam sejarah hidupku, sudah tiga jam air mataku tak henti-hentinya menetes. Ya, menetes dan terus menetes tanpa kenal lelah. Aku sadari hati ini tak kuasa menahan derita, derita melepasmu pergi meninggalkan cintaku ini. Tidak  terasa sudah larut malam, Bulan mulai bergegas kembali kedalam pelukan terang, yang tersisa hanya kelam tanpa bintang, malam mulai membelaiku serta menyelimutiku dengan dinginnya yang
menusuk kalbu. Air mataku berhenti menetes, ku lirik Laptop di sudut Kamar. Ku buka laptop yang mulai usang itu kutancapkan Modem. Aku mulai membuka jejaring sosial Facebook, mataku tertuju pada kotak chat yang mulai terisi. Ya, ada teman lama yang menyapaku, teman sewaktu SD yang sekarang harus ikut Ayahnya berkerja di Jepang, aku sapa dia, dia juga merespon, lama semakin lama kami mulai saling bercanda. Aku mulai bersemangat seakan-akan ada perasaan yang selama ini Aku simpan, wanita yang bernama Rini telah membius hatiku meski hanya lewat Facebook. Tidak menyangka secepat ini Rini bisa merubah perasaan hampa itu menjadi seuntai bahagia yang semakin lama semakin membara. Aku mulai nyaman dengan cara Rini menyapa, dengan caranya becanda.
 Hampir setiap hari kami saling menyapa dalam kotak obrolan, sedikit demi sedikit Aku mulai menyimpan rasa dan akhirnya pada suatu hari kami bertukar foto dan nomor handphone. Setiap pagi Rini menyapaku, mengingatkan makan dan berbagai bentuk perhatian yang membuat Aku merasa nyaman. Beberapa minggu kemudian akhirnya aku memberanikan diri untuk mengungkapkan cintaku kepadanya. Rini merespon bagus, Rini menerima cintaku. Meski perhatiannya hanya lewat Facebook dan handphone namun hati ini sangat terhibur, meski sejujurnya dalam hati kecil ini aku takut Rini hanya main-main terhadapku tapi rasa cinta ini seakan melupakannya. Dalam hati kecil ini ingin sekali aku menemui Rini, membisikinya dengan kata cinta, memberitahu dia kalau aku tak bisa hidup tanpa nya. Namun itu hanya sekedar mimpi, Rini jauh di Jepang sedangkan aku di Indonesia. Jarak kami sangatlah jauh. Rindu-rindu dalam jiwa terus membara kata-kata ingin bertemu terus terlontar dalam obrolan di handphone. Namun aku sadar kita jauh dan sulit untuk bertemu.

***
Tiga bulan kami jalani kisah cinta ini dengan jarak yang jauh dan menyimpan rindu yang membara. Yang kami tanam dalam fikiran dan hati kami adalah meski jauh tapi hati tetaplah dekat. Sejauh waktu berlalu Kami tidak pernah bertengkar dalam hal apapun. Dan kami berjanji untuk saling setia sampai kapanpun.

No comments:

Post a Comment