Karya rusak (cerpen humor) #part 3



Malam itu aku naik Taksi dan segera meluncur kerumah Rico, tepat didepan Rumah Rico didepan pintu aku berhenti sejenak. Jangan tidur disini joko, jangan tidur di depan  pintu orang lain, ucap joko didepan pintu. Tiba-tiba pintu pun terbuka BRAAKKK!!!, kepala Joko terbentur pintu, lamunanku pun hilang aku pun tersadar dan pura-pura amnesia. dimana aku? Sekarang tahun berapa? aku anak siapa? (Gaya Raditiyadika)
 ”Joko sadar joko!” ucap  Rico sambil tanganya menyentuh pundakku.
“Jangan sentu aku, kamu siapa?” tantayaku menapis tangan Rico,
“Joko, maaf joko aku gak sengaja,” ucap Rico mulai menampakkan wajah ketakutan. “Hahahaha! Satu kosong, malam ini gue kerjain lho,” tawaku sinis.

 “Sial lho,” ucap Rico kesal. BRAAKKK!!!, bunyi Rico menutup pintu rumahnya dengan keras yang didepan pintu beradalah aku, otomatis aku pun terjedot pintu rumah rico. “Aduhhh, sial banget aku kejedot pintu rumah Rico dua kali, aduhhh makin pesek ini hidung udah pesek di jedotin pintu dua kali,” gunamku sembari mencari hidungku apakah hilang.
Yahhhh terpaksa pulang lagi nii aku. Mana gak ada Taksi lagi, Uhhhh ada Bajaj tapi gak ahh jangan naik Bajaj. Gunumku dalam hati.
Tiba-tiba supir Bajaj itu menghampiriku “Mas bajaj mas!” ucap tukang bajaj kepada ku. “Sekilo berapa Bang?,” balasku nyengirr.
“Haduhhh. Tadi siang aku sarapan apa? Kog bertemu orang ganteng tapi gila,”.
“Yeeee abang yang gila!” ucapku kepada tukang bajaj.
“Gimana? Mau naik gak,” tanya tukang bajaj kepadaku.
“Gak ahhh, aku takut,” jawabku,
“Takut kenapa?” tanya tukang bajaj lagi,
 “Abang gak tau iya? Kalau naik bajaj itu laki abis, kalau uda turun bajaj abis lakinya.” Tuturku. Aku segera lari untuk menghindari tukang bajaj tadi.
Setiba aku dirumah, pintu rumahku terkunci. “Yahhh, terpaksa tidur didepan pintu rumah tetangga lagi” ucapku kesal.

Terimakasih atas waktu anda untuk membaca naskahku, mungkin menurut kalian tidaklah selucu  buatan kalian, tapi inilah karyaku.

No comments:

Post a Comment