Malam itu aku naik Taksi
dan segera meluncur kerumah Rico, tepat didepan Rumah Rico didepan pintu aku
berhenti sejenak. Jangan tidur disini
joko, jangan tidur di depan pintu orang
lain, ucap joko didepan pintu. Tiba-tiba pintu pun terbuka BRAAKKK!!!, kepala Joko terbentur pintu,
lamunanku pun hilang aku pun tersadar dan pura-pura amnesia. dimana aku? Sekarang
tahun berapa? aku anak siapa? (Gaya Raditiyadika)
”Joko sadar joko!”
ucap Rico sambil tanganya menyentuh
pundakku.
“Jangan sentu aku, kamu siapa?”
tantayaku menapis tangan Rico,
“Joko, maaf joko aku gak sengaja,” ucap Rico
mulai menampakkan wajah ketakutan. “Hahahaha! Satu kosong, malam ini gue
kerjain lho,” tawaku sinis.
“Sial lho,” ucap Rico kesal. BRAAKKK!!!, bunyi Rico menutup pintu
rumahnya dengan keras yang didepan pintu beradalah aku, otomatis aku pun terjedot
pintu rumah rico. “Aduhhh, sial banget aku kejedot
pintu rumah Rico dua kali, aduhhh makin pesek ini hidung udah pesek di jedotin
pintu dua kali,” gunamku sembari mencari hidungku apakah hilang.
Yahhhh
terpaksa pulang lagi nii aku. Mana gak ada Taksi lagi, Uhhhh ada Bajaj tapi gak
ahh jangan naik Bajaj. Gunumku dalam hati.
Tiba-tiba supir Bajaj itu menghampiriku
“Mas bajaj mas!” ucap tukang bajaj kepada ku. “Sekilo berapa Bang?,” balasku nyengirr.
“Haduhhh. Tadi siang aku sarapan apa?
Kog bertemu orang ganteng tapi gila,”.
“Yeeee abang yang gila!” ucapku kepada
tukang bajaj.
“Gimana? Mau naik gak,” tanya tukang
bajaj kepadaku.
“Gak ahhh, aku takut,” jawabku,
“Takut kenapa?” tanya tukang bajaj lagi,
“Abang gak tau iya? Kalau naik bajaj itu laki abis, kalau uda turun bajaj abis lakinya.” Tuturku. Aku segera lari
untuk menghindari tukang bajaj tadi.
Setiba aku dirumah, pintu rumahku
terkunci. “Yahhh, terpaksa tidur didepan pintu rumah tetangga lagi” ucapku
kesal.
Terimakasih atas waktu
anda untuk membaca naskahku, mungkin menurut kalian tidaklah selucu buatan kalian, tapi inilah karyaku.

No comments:
Post a Comment